Bekasi sering kali menjadi sasaran gurauan karena suhu udaranya yang dianggap lebih panas dibandingkan kota-kota lain di sekitarnya. Namun, bagi para atlet renang lokal, cuaca ekstrem ini adalah tantangan harian yang serius, terutama saat fenomena Bekasi heatwave melanda. Panas yang menyengat tidak hanya terjadi di daratan, tetapi juga merambat masuk ke dalam air kolam. Ketika suhu air meningkat di atas batas normal, kolam yang seharusnya menjadi tempat yang menyegarkan justru berubah menjadi lingkungan yang menguras energi, di mana air terasa seperti mendidih dan membuat tubuh cepat lelah.
Salah satu risiko terbesar saat berlatih dalam kondisi panas ekstrem adalah dehidrasi yang tidak disadari. Banyak orang beranggapan bahwa karena perenang berada di dalam air, mereka tidak akan kekurangan cairan. Faktanya, perenang Bekasi tetap berkeringat deras saat melakukan latihan intensif di dalam air yang hangat. Karena keringat tersebut langsung bercampur dengan air kolam, atlet sering kali tidak menyadari bahwa tubuh mereka sedang kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar. Dehidrasi di dalam air dapat menyebabkan penurunan koordinasi, kram otot yang mendadak, hingga serangan panas (heat stroke) yang sangat membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani.
Untuk menyiasati hal ini, para pelatih dan atlet telah mengembangkan berbagai cara mencegah dehidrasi yang sangat ketat. Protokol hidrasi dilakukan tidak hanya saat latihan, tetapi dimulai beberapa jam sebelum menyentuh air. Konsumsi minuman yang mengandung elektrolit tinggi menjadi kewajiban guna menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Selain itu, di pinggir kolam, biasanya tersedia botol-botol air yang disimpan di dalam wadah pendingin agar suhu air minum tetap rendah. Memasukkan cairan dingin ke dalam tubuh saat suhu eksternal sangat panas membantu mendinginkan suhu inti tubuh secara internal, sehingga jantung tidak bekerja terlalu berat untuk memompa darah ke permukaan kulit.
Selain pengaturan asupan cairan, penyesuaian jadwal latihan juga menjadi kunci untuk bertahan dari Bekasi heatwave. Sesi latihan utama biasanya digeser ke waktu subuh atau malam hari ketika suhu udara sudah mulai turun. Jika latihan terpaksa dilakukan di siang hari, durasi di dalam air akan dikurangi namun intensitasnya ditingkatkan secara efektif.
