Ada sebuah mitos yang sering beredar di kalangan perenang amatir bahwa karena tubuh terendam di dalam air, maka risiko dehidrasi menjadi hilang. Namun, bagi para atlet di bawah naungan klub-klub di Bekasi, Edukasi Hidrasi Internal adalah materi wajib yang ditekankan dalam setiap sesi latihan intensif. Faktanya, berenang adalah olahraga kardiovaskular yang berat yang memicu peningkatan suhu inti tubuh secara signifikan. Meskipun lingkungan air membantu mendinginkan permukaan kulit, tubuh tetap melakukan proses termoregulasi melalui pengeluaran keringat. Masalahnya, keringat tersebut tidak terlihat karena langsung menyatu dengan air kolam, sehingga banyak Perenang Bekasi tidak menyadari bahwa mereka sedang kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar.
Dehidrasi pada perenang dapat menyebabkan penurunan performa yang drastis, mulai dari kram otot, hilangnya konsentrasi, hingga penurunan daya tahan anaerobik. Mengapa hidrasi sangat krusial? Karena air di dalam tubuh berfungsi sebagai media transportasi oksigen dan nutrisi menuju sel-sel otot yang sedang bekerja. Ketika volume darah menurun akibat kurangnya cairan, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang lebih kental. Inilah alasan utama mengapa perenang tetap butuh minum meskipun mereka merasa “basah” sepanjang waktu. Di Bekasi, dengan suhu udara perkotaan yang cukup tinggi, tingkat penguapan dan panas tubuh selama latihan bisa mencapai titik ekstrem.
Edukasi mengenai pola minum yang benar juga diajarkan kepada para atlet. Hidrasi tidak seharusnya dilakukan secara mendadak atau dalam jumlah banyak sekaligus (chugging) saat merasa haus, karena haus adalah sinyal bahwa dehidrasi sudah terjadi. Para pelatih menyarankan strategi hidrasi berkala; minum sedikit demi sedikit setiap 15 hingga 20 menit di sela-sela set latihan. Penggunaan minuman isotonik yang mengandung elektrolit seperti natrium dan kalium sangat disarankan untuk latihan yang berdurasi lebih dari satu jam. Elektrolit ini membantu menjaga fungsi impuls saraf dan kontraksi otot tetap optimal, mencegah terjadinya kejang otot yang sering menghantui para perenang jarak jauh di Bekasi.
Selain saat latihan, hidrasi pra-latihan dan pasca-latihan juga merupakan bagian dari Edukasi kesehatan. Perenang diajarkan untuk memantau warna urin mereka sebagai indikator paling sederhana dari status hidrasi internal. Status hidrasi yang baik memastikan bahwa proses pemulihan setelah latihan berat menjadi lebih cepat, karena sisa-sisa metabolisme seperti asam laktat dapat dibilas dari jaringan otot dengan lebih efektif. Dengan menjaga kadar cairan yang stabil, sistem metabolisme tubuh akan berjalan pada efisiensi puncak, memungkinkan atlet untuk mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu yang lebih lama selama perlombaan resmi.
