Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bekasi menyusun pedoman Pertolongan Darurat di air yang wajib diketahui publik. Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam insiden tenggelam. Pedoman ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa di kolam renang atau perairan terbuka.
Langkah pertama dalam Pertolongan Darurat adalah penilaian cepat terhadap situasi. Jangan langsung melompat; segera cari alat bantu apung terdekat, seperti pelampung, tali, atau bahkan botol air kosong yang tertutup rapat. Prioritaskan keselamatan penyelamat di atas segalanya.
PRSI Bekasi sangat menekankan teknik penyelamatan non-kontak. Cobalah menjangkau korban dari darat menggunakan galah atau lempar alat apung. Menjaga jarak meminimalkan risiko Anda diseret korban yang panik.
Jika harus masuk ke air, pastikan Anda menggunakan alat apung yang memadai dan mendekati korban dari belakang. Pendekatan dari belakang penting untuk menghindari pegangan panik yang dapat membahayakan keselamatan penyelamat.
Setelah korban berhasil ditarik ke darat, segera lakukan penilaian kondisi. Periksa pernapasan dan denyut nadinya. Jika tidak ada, segera mulai resusitasi jantung paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sambil menunggu bantuan medis tiba.
Pelatihan RJP/CPR adalah keterampilan vital yang harus dimiliki. PRSI Bekasi menganjurkan setiap warga untuk mengikuti kursus resmi resusitasi jantung paru untuk bertindak efektif dalam situasi kritis di darat.
Pedoman ini juga mencakup pentingnya pencegahan. Selalu awasi anak-anak saat berada di dekat air dan pastikan semua kolam renang memiliki pagar pengaman dan peralatan pertolongan pertama yang mudah diakses.
Dengan menguasai teknik Pertolongan Darurat dan resusitasi jantung paru, Anda menjadi pahlawan. Ikuti pedoman keselamatan penyelamat dari PRSI Bekasi dan pastikan alat pertolongan pertama tersedia di dekat Anda.
